Pendekatan–Pendekatan Dalam Teori
Pendidikan
Pendidikan
dapat dilihat dalam dua sisi yaitu: pendidikan sebagai praktik dan
pendidikan sebagai teori. Pendidikan sebagai praktik yaitu seperangkat
kegiatan atau aktivitas yang dapat diamati dan disadari dengan tujuan untuk
membantu pihak lain. Sementara pendidikan sebagai teori yaitu seperangkat
pengetahuan yang telah tersusun secara sistematis yang berfungsi untuk
menjelaskan, menggambarkan, meramalkan dan mengontrol berbagai gejala dan
peristiwa pendidikan, baik yang bersumber dari pengalaman-pengalaman pendidikan
(empiris) maupun hasil perenungan-perenungan yang mendalam untuk melihat makna
pendidikan dalam konteks yang lebih luas.
Diantara
keduanya memiliki keterkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Perubahan yang terjadi
dalam praktik pendidikan dapat mengimbas pada teori pendidikan. Sebaliknya,
perubahan dalam teori pendidikan pun dapat berdampak terhadap praktik
pendidikan Terkait dengan upaya mempelajari pendidikan sebagai teori dapat
dilakukan melalui beberapa pendekatan, diantaranya:
1) Pendekatan
Sains
Pendekatan
sains yaitu suatu pengkajian pendidikan untuk menelaah dan dan memecahkan
masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan disiplin ilmu tertentu sebagai
dasarnya. Cara kerja pendekatan sains dalam pendidikan yaitu dengan menggunakan
prinsip-prinsip dan metode kerja ilmiah yang ketat, baik yang bersifat
kuantitatif maupun kualitatif sehingga ilmu pendidikan dapat diiris-iris
menjadi bagian-bagian yang lebih detail dan mendalam.
Melalui
pendekatan sains ini kemudian dihasilkan sains pendidikan atau ilmu, dengan
berbagai cabangnya, seperti: Sosiologi pendidikan, psikologi pendidikan, administrasi
atau manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, evaluasi pendidikan, bimbingan
dan konseling, Tentunya masih banyak cabang-cabang ilmu pendidikan lainnya yang
terus semakin berkembang yang dihasilkan melalui berbagai kajian ilmiah.
2) Pendekatan Filosofi
Pendekatan
filosofi yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah
pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat
karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata,
yang hanya terbatas pada pengalaman. Dalam pendidikan akan muncul
masalah-masalah yang lebih luas, kompleks dan lebih mendalam, yang tidak
terbatas oleh pengalaman inderawi maupun fakta-fakta faktual, yang tidak
mungkin dapat dijangkau oleh sains. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah
tujuan pendidikan yang bersumber dari tujuan hidup manusia dan nilai sebagai pandangan
hidup. Nilai dan tujuan hidup memang merupakan fakta, namun pembahasannya tidak
bisa dengan menggunakan cara-cara yang dilakukan oleh sains, melainkan
diperlukan suatu perenungan yang lebih mendalam.
Cara
kerja pendekatan filsafat dalam pendidikan dilakukan melalui metode berfikir
yang radikal, sistematis dan menyeluruh tentang pendidikan, yang dapat dikelompokkan
ke dalam tiga model:model filsafat spekulatif, model filsafat preskriptif, model
filsafat analitik. Adapun beberapa aliran dalam filsafat, diantaranya:
idealisme, materialisme, realisme dan pragmatism. Aplikasi aliran-aliran
filsafat tersebut dalam pendidikan kemudian menghasilkan filsafat pendidikan,
yang selaras dengan aliran-aliran filsafat tersebut. Filsafat pendidikan akan
berusaha memahami pendidikan dalam keseluruhan, menafsirkannya dengan
konsep-konsep umum, yang akan membimbing kita dalam merumuskan tujuan dan
kebijakan pendidikan. Dari kajian tentang filsafat pendidikan selanjutnya
dihasilkan berbagai teori pendidikan, diantaranya: perenialisme, esensialisme,progresivisme;
dan rekonstruktivisme.
3) Pendekatan
Religi
Pendekatan
religi yaitu suatu pendekatan untuk menyusun teori-teori pendidikan dengan
bersumber dan berlandaskan pada ajaran agama. Di dalamnya berisikan keyakinan
dan nilai-nilai tentang kehidupan yang dapat dijadikan sebagai sumber untuk
menentukan tujuan, metode bahkan sampai dengan jenis-jenis pendidikan.
Cara
kerja pendekatan religi berbeda dengan pendekatan sains maupun filsafat dimana
cara kerjanya bertumpukan sepenuhnya kepada akal atau ratio, dalam pendekatan
religi, titik tolaknya adalah keyakinan (keimanan). Pendekatan religi menuntut
orang meyakini dulu terhadap segala sesuatu yang diajarkan dalam agama, baru
kemudian mengerti, bukan sebaliknya.
Terkait
dengan teori pendidikan Islam, Ahmad Tafsir (1992) dalam bukunya “ Ilmu
Pendidikan dalam Persfektif Islam” mengemukakan dasar ilmu pendidikan Islam
yaitu Al-Quran, Hadis dan Akal. Al-Quran diletakkan sebagai dasar pertama dan
Hadis Rasulullah SAW sebagai dasar kedua. Sementara akal digunakan untuk
membuat aturan dan teknis yang tidak boleh bertentangan dengan kedua sumber
utamanya (Al-Qur’an dan Hadis), yang memang telah terjamin kebenarannya. Dengan
demikian, teori pendidikan Islam tidak merujuk pada aliran-aliran filsafat
buatan manusia, yang tidak terjamin tingkat kebenarannya.
Sementara
itu, Ahmad Tafsir (1992) merumuskan tentang tujuan umum pendidikan Islam yaitu
muslim yang sempurna dengan ciri-ciri :
a) memiliki
jasmani yang sehat, kuat dan berketerampilan;
b) memiliki
kecerdasan dan kepandaian dalam arti mampu menyelesaikan secara cepat dan
tepat; mampu menyelesaikan secara ilmiah dan filosofis; memiliki dan
mengembangkan sains; memiliki dan mengembangkan filsafat.
c) memiliki
hati yang takwa kepada Allah SWT, dengan sukarela melaksanakan perintah Allah
SWT dan menjauhi larangannya dan hati memiliki hati yang berkemampuan dengan
alam gaib.
Dalam
teori pendidikan Islam, dibicarakan pula tentang hal-hal yang berkaitan dengan
substansi pendidikan lainnya, seperti tentang sosok guru yang islami, proses
pembelajaran dan penilaian yang islami, dan sebagainya. (selengkapnya lihat
pemikiran Ahmad Tafsir dalam bukunya Ilmu Pendidikan dalam Persfektif Islam)
Mengingat
kompleksitas dan luasnya lingkup pendidikan, maka untuk menghasilkan teori
pendidikan yang lengkap dan menyeluruh kiranya tidak bisa hanya dengan
menggunakan satu pendekatan saja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan
holistik dengan memadukan ketiga pendekatan di atas yang terintegrasi dan
memliki hubungan komplementer, saling melengkapi antara satu dengan yang
lainnya. Pendekatan semacam ini biasa disebut pendekatan multidisipliner
Sumber,
Sudrajat,
Akhmad. 2009. Pendekatan-pendekatan dalam Teori Pendidikan. Diperoleh dari https://akhmadsudrajat.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar